The Correlation of Parents Height Characteristics and Maternal Nutritional Status During Pregnancy Based on Upper Arm Circumference (UAC) and Stunting Incidence of Toddlers Aged 24-59 Months in the Working Area of Berbek Community Health Center Nganjuk Regency

Wahyu Nuraisya, Wahyu Erdi
Abstract views : 88 | PDF views : 13

Abstract


Stunting in Indonesia was the fifth ranks in the world, influenced by many factors, some of which are the height of the parents and the nutritional status of the mother during pregnancy. The purpose of this research was to determine the correlation of parent height characteristics and maternal nutritional status during pregnancy based on Upper Arm Circumference (UAC) with stunting incidence in toddlers aged 24-59 months in the working area of the Berbek Public Health Center Nganjuk Regency. The research design used correlation analytic research design with observational method with case control approach. The independent variables consisted of parental height characteristics and maternal nutritional status during pregnancy based on UAC, and the dependent variable was stunting incidence. The population was 2266 respondents of under-five children aged 24-59 months. The sampling technique used quota sampling consisted 96 respondents. The instrument used height measurement tool, the Mother's Child Health book and the Public Health Center Weigh Activity Report, 2011. This research was conducted from 22 July to 22 August 2019 in three selected villages namely Sumberurip, Sumberwindu and Semare villages. Data analysis used chi-square test α (0.05). The results showed that almost all mothers and fathers had normal height characteristics, almost all respondents had the nutritional status of the mother during normal pregnancy. Analysis of height, circumference of the mother, and nutritional status of the mother during pregnancy based on Upper Arm Circumference (UAC) was obtained ρ value = 0.036; 0,000 and 0,000 <α 0,05. It meant that there was a correlation between parental height characteristics and maternal nutritional status during pregnancy based on Upper Arm Circumference (UAC) with the incidence of stunting in children aged 24-59 months in the Berbek Public Health Center Nganjuk Regency Parental height and nutritional status of the mother during normal pregnancy, it will have the opportunity to have a child with good growth.


Keywords


Stunting, Parent’s Heigt, Upper Arm Circumference (UAC), and toddler Aged 24-59 Month

Full Text:

PDF

References


Agustina, Doren. (2017). Joint Child Malnutrition Eltimates. doi : https://www. JPNN.com

Anshori H. (2013). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 12-24 Bulan. (Studi di Kecamatan Semarang Timur) Juli; 1-24.

Aridiah. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. e-Jurnal Pustaka Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember. Vol. 3 / No. 1.

Arikunto., Suharsimi. (2013). Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta

Budijanto. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Pusat Data dan Informasi.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. ISSN 2088-270X Vol. 1.

Depkes RI. (2013). Laporan Misional Riset Kesehatan Dasar 2013 terkait status gizi balita.

Depkes RI. Riset Kesehatan Dasar. (2018). Pedoman pengukuran dan pemeriksaan.Badan Pendirian dan Pengembangan Depkes RI Depkes. 2015. Cegah stunting dengan Pola Makan. doi: www.depkes.go.id/.../cegah-stunting-dengan-perbaikan-pola-makan-pola-asuh-dan-sa.

Fajrina, N. (2016). Hubungan Faktor Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul. Naskah publikasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyahyogyakarta

Guyton AC, John EH. (2007). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Ed ke-9.Terjemahan : Trawati. EGC : Jakarta., hlm. 972.90

Riskesdas. (2018). Status Gizi Anak Balita. Badan Penelitian dan Pergembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI

Ibrahim. (2014). Genetika dan sejarah perkembangannya. https://www. Genetika dan sejarah perkembangannya.com

Izzati S. (2016). Hubungan Jenis Kelamin, Usia Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Anak. Jurnal Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang.

Kementrian Kesehatan RI. (2011). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1995/Menkes/SK/XIi ‘2010 Tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: Kernenterian Kesehatan RI Direktoral Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.

Kementerian Kesehatan R.I. (2015). Rencana Strategis Kemenkes 2015-2019; Kepmenkes No.HK.02.02/MENKES/ 52/2015.Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012 tentang Air Susu Ibu.

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI. (2018). Data dan Informasi : Profil Kesehatan Indonesia 2017. Diperoleh tanggal 25 januari 2019 dari http: //www.pusdatin.kemkes.go.id

Kernenkes RI. (2018). Upaya Percepaian Penurunan Stunting : Evaluasi Pelaksanaan Tahun 2018 & Rencana Tindak Tahun 2019

Kemenkes RI. (2019). Tinggi Badan Ideal Pria Dan Wanita Dewasa Indonesia. doi : https://www.idntimes.com

Kerniskinan. (2017). 100 Kabupaten/kota prioritas untuk intervensi anak kerdil (stunting): Ringkasan. (Cetakan 1). Jakarta. doi: www.tnp2k.go. Id

Kisye, dkk. (2018). Hubungan Antara Tinggi Badan Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. doi : https://pdfs.semanticscholar.org

Kusuma. (2014). Hubungan Pendapatan Keluarga, Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Tinggi Badan Orang Tua, Dan Tingkat Pendidikan Ayah Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Umur 12-59 Bulan. doi : eprints.ums.ac.id

Kristina. (2015). Hubungan Faktor Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul. Jurnal Unisya. doi : https://id.123dok.com

Naik R dan R Smith. (2015). Hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24 -59 bulan. doi : https://www.researchgate.net

Ni’mah, Khoirun; Nadhiroh, Siti Rahayu. (2015). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. doi : https://e-journal.unair.ac.id

Notoadmodjo, Soekidjo. (2015). Metodoloogi Penelitian Kesehatan. Jakarta:Rineka Cipta

Nurkarimah. (2018). Hubungan Durasi Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Anak. Jurnal Penelitian Fakultas Keperawatan Universitas Riau. JOM FKp, Vol 5. No 2. 2018.

Paramitha A. (2014). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-60 Bulan Di Kelurahan Kalibaru Depok. FKMUI.

Persagi. (2018). Stop Stunting dengan Konseling Jakarta: Penebar Pius (Penebar Swadaya Group)

Pritasari. (2018). Upaya Percepatan Penurunan Stunting : Evaluasi Pelaksanaan Tahun 2018 & Rencana Tindak Tahun 2019. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Kemenkes RI.

Puskesmas Berbek. (2018). Siclus Girl Bu/ita Ramli, Agho KF, Inder KJ, Bowe SJ, Jacobs J din Dibley MJ. Prevalence And Risk Factor For Stunting And Severe Stunting Among tinder I’ives In North Maluku Province Of Indonesia. BMC Pediatrics. 2009: VoL (9):64-73

Ramli. Agho KE, indert KJ, Bewe SJ, Jacobs J, Dibley MJ. (2009). Prevalence and risk factors for stunting and severe stunting omong underlive in North Malukuprcince of lndonesia. BMC Pediatric Oct; 9 (6): 1-10

Rochmah, Amalia Miftakhul and Fitriahadi, Enny. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari I. doi : digilib.unisayogya.ac.id

Sandjojo, Eko Putro. (2017). Buku Saku Desu dalam Penangunan Stunting. Jakarta : Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tetinggal danTransmigrasi.

Sartono. (2013). Hubungan Kurang Energi Kronis Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Kota Yogyakarta. Jurnal Unisya. doi : https://id.123dok.com

Saryono. (2014). Metode penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung: Alfabeta

Saryono. (2014). Metode Penelitian Kebidanan DIII, DIV, SI dan S2. Nuha Medika: YogyakartA.

Soetjiningsih, IG. N. Gde Ranuh. (2016). Tumbuh Kembang Anak Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. hlm. 595-60

Sukmawati, dkk. (2018). Status Gizi Ibu Saat Hamil, Berat Badan Lahir Bayi Dengan Stunting Pada Balita. doi : journal.poltekkes-mks.ac.id

Supariasa. (2014). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.

Susenas. (2016 dan 2017). Global Nutrition Report.

Torlesse H, Cronin AA, Sebayang SK, Nandy R. (2016). Determinants of stunting in Indonesian children: evidence from a cross ectiona1 survey indicate a prominent role for the water, sanitation and hygiene sector in stunting reduction. BMC Public Health . hlm; 16(669): 1-11.

Trihono, dkk. (2015). Pendek (Stunting) di Indonesia, masalah dan solusinya. Lembaga Penerbit Balitbangkes.

Unicef Indonesia. (2013). Ringkasan kajian gizi ibu dan anak. doi: https://www.unicef. org

UNICEF. (2013). Impovíng child nutrition: The achievable imperative fir global progress. Division of Communication, UNICEF. USA. Doi: ww.unicef.org.

WHO. (2010). Nutrition lanscape information system (NLIS) country profile progress Indicators: interpretation guide. Switzerland: WHO press.

WHO. (2018). Exclusive breasfeedingfor optimal growth, development, and health of infant. Doi; http://www.who. int

WHO. (2018). Exclusive hreastfeedingoroptima1 growth, development, and health of infant. Doi: http://www.who. Int

Yupi Supartini. (2014). Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC.

Zottareli. (2014). Menghapus Cap Negara Penghasil Generasi Kerdil. doi: https:/www.tirto.id




DOI: 10.26699/jnk.v8i1.ART.p001-012


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Journal of Ners and Midwifery p-ISSN: 2355-052X. e-ISSN: 2548-3811 is published by STIKes Patria Husada Blitar.

Indexed On :

             02-Publon