Pengaruh Postnatal Massage terhadap Proses Involusi dan Laktasi Masa Nifas di Malang

Jiarti Kusbandiyah, Yuniar Angelia Puspadewi
Abstract views : 440 | PDF views : 240

Abstract


Masa Nifas merupakan masa kritis bagi ibu pasca melahirkan. Ketidaksiapan secara fisik, psikis, mental dan spiritual dalam menghadapi masa ini akan membuat masa nifas berjalan tidak normal. Parameter kesuksesan masa nifas adalah proses involusi dan laktasi. Permasalahn involusi dilihat dari banyaknya perdarahan postpartum yang disebabkan oleh atonia uteri di Kabupaten Malang sebanyak 34%, sedangkan permasalahan laktasi dikaitkan dengan pemberian ASI Eksklusif di Kota Malang masih rendah sekitar 60%. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah tindakan postnatal massage. Tindakan tersebut dapat merelaksasikan ketegangan dan mengatasi keletihan pasca melahirkan yang dapat memicu subinvolusi dan kegagalan laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh postnatal massage terhadap proses involusi dan laktasi pada masa nifas. Penelitian dilaksanakan di beberapa Bidan Praktik Mandiri (PMB) di kota dan kabupaten Malang menggunakan desain quasi experimental. Populasi adalah ibu postpartum 2 jam sampai dengan 6 hari. Sampel diambil menggunakan purposive sampling sebanyak masing-masing 21 ibu postpartum kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Data penelitian menggunakan data primer dan dianalisis secara deskriptif dan analitik.  Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan hasil p-value 0,093 untuk involusi dan 0,369 untuk laktasi. Kesimpulannya adalah tidak ada pengaruh signifikan antara postnatal massage dengan involusi dan laktasi pada masa nifas. Postnatal massage lebih berkaitan dengan efek jangka pendek dalam memberikan efek relasasi dan mengurangi keletihan pasca melahirkan. Dukungan dan motivasi dalam bentuk dukungan psikologis dan peran dalam merawat bayi sangat diperlukan oleh ibu postpartum dalam  menjaga proses involusi dan laktasi tetap lancar.

 

Puerperium is a critical period for mother after giving birth. Physical, psychological, mental and spiritual unpreparedness in dealing with this period will make the puerperium run abnormally. The parameters of the success of the puerperium are ivolution and lactation. The problem of involution can be seen from the amount of postpartum hemorrhage caused by uterine atony in Malang as much as 34%, while the lactation problem associated with exclusive breastfeeding in malang is still around 60% low. One effort that can be done is postnatal massage. These action can relax tension and overcome postpartum fatique wich can trigger subinvolution and lactation failure. This study aims to know the effect of postnatal massage on involution and lactation during the puerperium. The study was conducted in several independent midwifery practice in the city and district of Malang using a quasi experimental design.  The population is postpartum mothers 2 hours to 6 days. Samples were taken using purposive sampling as amany as 21 postpartum mothers in the treatment group dan control group. Data analysis using the Mann-Whitney test showed p-values 0,093 for involution and 0,369 for lactation. The conclution is that there no significant effect between postnatal massage with involution and lactation in the puerperium. Postnatal massage has more to do with short-term effects  in providing a relationship effect and reducing postpartum fatique. Support and motivation in the form of psychological supports and the role in caring for infants is needed by postpartum mothers in maintaining the process of involution and lactation remain smooth.


Keywords


Involusi; Laktasi; Postnatal Massage

Full Text:

PDF

References


Aizar dan Asiah.(2018). Massage Postpartum dan status fungsional pasca salin di Medan. Buletin Farmatera. Vol 3 No.1 (24-32)

Asih, Trirachmi (2016). Duh, Ibu ASI Eksklufis Masih Minim di Malang. Republica.co.id. Retrieved Agustus 2016.

Ambarwati, R., Muis, S. F., & Susanti, P. (2013). Pengaruh konseling laktasi intensif terhadap pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sampai 3 bulan. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 2(1).

Andekalisni, Misrawati, Utami.(2015). Perbandingan Efektivitas Senam Nifas dan Pijat Oksitosin terhadap Involusi Uteri pada Ibu Post partum. JOM Vol.2 No.2 (927-934)

Fatmawati, D. A. (2015). Faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian postpartum blues. Eduhealth, 5(2).

Fitria, Puspitasari. (2015). Hubungan dan Faktor Resiko Partus Lama Riwayat Perdarahan Postpartum dan Berat Lahir Besar dengan Kejadian Perdarahan Postpartum. Jurnal Biometrika dan Kependudukan Vo.4 No.2 (118-124)

Hamranani, S. S. T. (2016). Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Involusi Uterus Pada Ibu Post Partum Dengan Persalinan Lama Di Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Klaten. MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan (Journal Of Health Science), 6(12).

Health Technology Assesment Section Ma-HTAS.(2015). Traditional Postnatal Care in Restoring Woman Physical and Mental Health, Medical Development Division, Ministry of Malaysia.

Irawati, D., & Yuliani, F. (2014). Pengaruh faktor psikososial dan cara persalinan terhadap terjadinya postpartum blues pada ibu nifas (studi di ruang nifas RSUD RA Bosoeni Mojokerto). Hospital Majapahit, Vol.6 No.1(1-14).

Isnaini, N., & Diyanti, R. (2015). Hubungan Pijat Oksitosin Pada Ibu Nifas Terhadap Pengluaran Asi Di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Bandar Lampung Tahun 2015. Jurnal Kebidanan Malahayati, 1(2).

Mayasari, Melkawati, Astuti.(2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi involusi uterus. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. Vo. 10 No.1.

Munawaroh, H. (2008). Hubungan Paritas Dengan Kemampuan Mekanisme Koping Dalam Menghadapi Postpartum Blues Pada Ibu Post Sectio Caesaria Di Bangsal Mawar 1 RSUD Dr. Moewardi Surakarta (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Rini, S., & Kumala, F. (2017). Panduan Asuhan Nifas dan Evidence Based Practice. Deepublish.

Rukiyah, Ai Yeyeh, dkk.(2010). Asuhan Kebidanan III (nifas). Jakarta : Trans Info media

Sarwono, 2009. Ilmu kebidanan. Jakarta

Syahrin, A., 2012. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Resiko Terjadinya Postpartum Blues Dirumah Sakit Bersalin Pemerintah Kota Malang (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah Malang).

Wahyuni, Nurlatifah. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses involusi uterus pada masa nifas di wilayah kerja puskesmas mandala Kabupaten lebak Propinsi banten. Jurnal Medikes Vol.2 No.2 (167-176)

Wijayanti, Krisdiana, dkk.(2013). Gambaran faktor-faktor resiko postpartumblues di wilayah kerja puskesmas blora.Jurnal Kebidanan.Vol.2 (5), e-issn 2621-2870.

Wulandari, A.S. (2017). Hubungan umur ibu dan inisiasi menyusu dini (IMD) dengan involusi uterus uteri di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Naskah Publikasi. Universitas Aisyiyah

Wulandari, F. T., Aminin, F., & Dewi, U. (2016). Pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran kolostrum pada ibu post partum di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Kesehatan, 5(2).

Yuliyanik. (2019). Karakteristik Ibu dan Post natal Treatment (PNT) berhubungan dengan terjadinya Post Partum Blues. Care:Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan. Vol.7 No.2 (69-75)




DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p065-072


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Journal of Ners and Midwifery p-ISSN: 2355-052X. e-ISSN: 2548-3811 is published by STIKes Patria Husada Blitar.

Indexed On :