Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Guidance and Counseling terhadap peningkatan Efikasi Diri (Self Efficacy) pada Pasien TBC di wilayah kerja Puskesmas Boro

Elok Dwi Mamiri, Ulfa Husnul Fata, Thatit Nurmawati
Abstract views : 124 | PDF views : 58

Abstract


TB Paru merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan di dunia hingga saat ini.Angka dropout dan kambuh terjadi setiap tahun dan salah satu faktor internal yang mempengaruhi yaitu efikasi diri (self efficacy) yang rendah dan untuk meningkatkannya perlu metode pendidikan kesehatan yang tepat yaitu guidance and counseling.Tujuan penelitian ini untuk mengetahuipengaruh pendidikan kesehatan Metode Guidance and Counselingterhadap peningkatan efikasi diri (self efficacy) pada pasien TBC di wilayah kerja Puskesmas Boro.Penelitian menggunakan desain penelitian quasy experiment.Populasi adalah Pasien TBC di wilayah Puskesmas Boro dan sesuai kriteria inklusi sebanyak 19 responden dengan teknik purposive sampling, pengumpulan data menggunakan kuesionerdan analisis data menggunakan uji statistik wilcoxon signed rank test. Nilai rata – rata efikasi diri sebelum intervensi 24, setelah intervensi sebesar 32,63. Peningkatan rata – rata sebelum dan sesudah intervensi sebesar 8,63. Hasil uji statistik wilcoxon signed rank test dengan α ≤ 0,05 menunjukkan bahwa nilai ρ-value sebesar 0,000. Hal ini berarti ada ada pengaruh pendidikan kesehatan metode guidance and counseling terhadap peningkatan efikasi diri pada pasien TBC. Berdasarkan hasil penelitianini maka petugas kesehatandapat mengaplikasikan metode guidance and counselinguntuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta memaksimalkan peran petugas kesehatan pada pemberian pendidikan kesehatan dalam rangka pelayanan paripurna dan menunjang kesembuhan pasien TBC dengan meningkatkan efikasi diri (self efficacy) pasien.

 

Pulmonary TB is one of the infectious diseases that still exist until now. The number of dropouts and relapses cases occurs every year. One of the internal factors that affected the case is low self-efficacy (self efficacy). Guidance and counseling method could increase the self efficacy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of health education with Guidance and Counseling methods to the improvement of self efficacy of TB patients in working area of Boro Public Health Center. The study used quasy experiment design. The population was TB patients in working area of Boro Pulic Health Center. The sample was 19 respondents with purposive sampling technique. The data collected by questionnaires and the data analysis used Wilcoxon signed rank test statistics. The average value of self-efficacy before intervention was 24, after the intervention was 32.63. The increase in the average before and after the intervention was 8.63. The result showed that ρ-value 0,000 meant that there was an effect of health education with guidance and counseling methods to the improving self-efficacy in TB patients. Based on the results of this study, health workers could apply guidance and counseling methods to the improvement of knowledge and skills and maximize the role of health workers in the provision of health education in the context of plenary service and support the recovery of TB patients by increasing patient self-efficacy.


Keywords


Pendidikan Kesehatan, Guidance and Counseling, Self Efficacy

Full Text:

PDF

References


Aditama, H. P.,& Aris, A. 2013. Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Pasien TBC

(Tuberkulosis) dengan Kepatuhan Berobat Pasien TBC yang Berobat di UPT Puskesmas Mantup Kabupaten Lamongan. Skripsi

Atak, N., Tanju Gurkan, Kenan Kose. 2010. The Effect of Education on Knowledge, Self Management and Self Efficacy with Type 2 Diabetes. Australian Journal of Advanced Nursing . Vol. 26

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta

Brunner & Suddarth. 2013. Textbook of Medical Surgical Nursing: Third Edition. Lippincot: Wlliams & Wilkins

Brunton & Parker. 2008. Goodman & Gillman’s the Pharmacological basis of theurapeutics. New York: McGraw Hill

Chandra. 2012. Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien TB. Skripsi. Universitas Sumatera Utara

Desmita. 2013. Psikologi Perkembangan. Bandung: Rosdakarya

Edberg. 2010. Buku Ajar Kesehatan Masyarakat : Teori Sosial dan Perilaku. Alih Bahasa : Anwar, dkk, Jakarta : EGC

Effendy. 2012. Asuhan keperawatan keluarga dengan TBC. Jogjakarta: Diva Press

Erawatyningsih, E. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan PengobatanTB. Skripsi

Fitriani, N. A., & Ambarini, T. K. 2011. Kualitas Hidup Pada Penderita Kanker Serviks Yang Menjalani Radioterapi. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental.

Hamidah, H. 2011. Pengaruh self efficacy Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematik. Yogyakarta State University

Hartono, Sugeng. 2012. Persentase Limfosit Pada Penderita Tuberculosis Paru di Rumah Sakit Arifin Achmad Pekanbaru. Skripsi.

Helper Sahat P Manalu. 2010. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian TB Paru Dan Upaya Penanggulangannya. Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 9

Hendiani, Sakti & Widiyanti. 2013. Hubungan Antara Persepsi Dukungan Keluarga Sebagai Pengawas Minum Obat dan Efikasi Diri Penderita Tuberkulosis di BKPM Semarang. Semarang: Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro

Herawati. 2015. Hubungan antara Pengetahuan dengan Efikasi Diri Penderita Tuberkulosis Paru di Balai Kesehatan Paru. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta

Hiswani. 2009. Tuberkulosis merupakan Penyakit Infeksi yang menjadi Masalah

Kesehatan Masyarakat. www. library.usu.ac.id.

Infodatin. 2016. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Jakarta: ISSN2443-7659

Judith M. Wilkinson & Nancy R. Ahern. Buku saku diangnosis keperawatan nanda, Intervensi NIC, Kriteria hasil NOC Edisi 9.Alih bahasa Ns. Esti Wahuningsih S.Kep dan Ns.Dwi widiarti S.Kep. Jakarta: EGC

Kementrian Kesehatan RI. 2014. Buku Pedoman TB Nasional. Jakarta

Komandyahrini & Hawadi. 2013. Perilaku Merokok Pada Remaja. Jurnal Komunitas Indonesia

Mubarak & Chayatin. 2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat Teori dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika

Notoatmojo. 2010. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasinya. Cetakan 2. Jakarta : Rineka Cipta

Notoatmojo. 2013. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Nursalam. 2011. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Pertiwi R, Wuryanto MA, Sutiningsih D. 2012. Hubungan Antara Karakteristik Individu, Praktik Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Tuberkulosis Di Kecamatan Semarang Utara. Semarang: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Puspitasari, P. 2014. Profil Pasien Tuberkulosis Paru di Poliklinik Paru RSUP Prof. Dr. R.D Kandou Manado. Jurnal Fakultas Kedokteran Univ. Sam Ratulangi Tahun 2014 Manado

Rikha N P, M.Arie W, Dwi S. 2012. Hubungan Antara Karakteristik Individu, Praktik Hygiene dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Tuberculosis Di Kecamatan Semarang Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 435 – 445

Rukmini. 2011. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian TB Paru Dewasa di Indonesia (Analisis Data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan – Vol. 14

Sarkar. 2006. Sarkar, U., L. Fisher, D. Schillinger. 2006. Is Self Efficacy Associated with Diabetes Self Management Across Race / Ethnicity and Health Literacy. Journal of Diabetes Care, Vol. 29, Number 4

Surya, Moh. Persamaan dan Perbedaan Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Somantri. 2015. Asuhan Keperawatan pada Klien Dengan Gangguan Sistem Pernafasan. Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika

Suliha, Uha. 2012. Pendidikan Kesehatan dan Keperawatan. Jakarta: EGC

Thamrin. 2013. Pola Klinik Tuberkulosis Paru di RSUP dr. Kariadi Semarang. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro

Tuberculosis Foundation. 2017. TB Epidemic in the World Health Organization Factsheet. www.kncvtbc.org. Diakses tanggal 20 Juni 2017

Umpan Balik Laporan TB Kab/ Kota Tahun 2015/2016. 2016. Surabaya

Uyanto. 2008. Pedoman analisis data dengan SPSS. Yogyakarta: Graha Ilmu

Wim de Jong. 2015. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta:EGC

Walgito, Bimo. 2014. Persamaan dan Perbedaan Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Widagdo. 2013. Faktor faktor Pada PMO Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru di Kota Cirebon. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia




DOI: 10.26699/jnk.v7i2.ART.p190-195


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Journal of Ners and Midwifery p-ISSN: 2355-052X. e-ISSN: 2548-3811 is published by STIKes Patria Husada Blitar.

Indexed On :