Modal Sosial dan Persepsi Ancaman Sebagai Determinan Perilaku Pencegahan Infeksi Dengue: Studi Multilevel

Kanthi Devi Ayuningtyas, Nurhayati Agtikasari, Ana Damayanti
Abstract views : 79 | PDF views : 47

Abstract


Infeksi dengue merupakan salah satu permasalahan utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia. Berbagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini telah dilakukan dalam kurun waktu yang lama, tetapi jumlah kasus dan angka kematiannya cenderung mengalami peningkatan. Selain faktor individu, faktor sosial pun dinilai memiliki peranan penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi dengue. Penelitian cross sectional yang dilakukan di 8 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2018 ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor individu berupa persepsi ancaman pengaruh kontekstual modal sosial terhadap perilaku pencegahan infeksi dengue. Sejumlah 200 subjek penelitian dipilih dengan teknik multistage random sampling. Keseluruhan data variabel bebas (persepsi ancaman dan modal sosial) serta data variabel terikat (perilaku pencegahan infeksi dengue) dikumpulkan dengan kuesioner, dan dianalisis menggunakan analisis multilevel. Temuan dalam penelitian ini adalah perilaku pencegahan infeksi dengue secara signifikan dipengaruhi oleh persepsi ancaman (b= 1.56; CI (95%) = 0.77 - 2.34; p= <0.001) dan modal sosial pada tingkat kecamatan memiliki pengaruh kontekstual terhadap perilaku pencegahan infeksi dengue (ICC 10.91%). Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi ancaman sebagai salah satu faktor individu dan modal sosial sebagai faktor sosial berpengaruh terhadap perilaku pencegahan infeksi dengue.


Keywords


Infeksi Dengue, Perilaku Pencegahan, Persepsi Ancaman, Modal Sosial, Analisis Multilevel

Full Text:

PDF

References


Arellano, C., Castro, L., Díaz-caravantes, R. E., Ernst, K. C., & Shoaf, K. (2015). Knowledge and beliefs about dengue transmission and their relationship with prevention practices in Hermosillo, Sonora. Frontiers in Public Health, 3, 1–8. https://doi.org/10.3389/fpubh.2015.00142

Asri, Nuntaboot, K., & Festi Wiliyanarti, P. (2017). Community social capital on fighting dengue fever in suburban Surabaya, Indonesia: A qualitative study. International Journal of Nursing Sciences, 4(4), 374–377. https://doi.org/10.1016/j.ijnss.2017.10.003

Brady, O. J., Messina, J. P., Scott, T. W., & Hay, S. I. (2014). Mapping the Epidemiology of Dengue. In D. J. Gubler, E. E. Ooi, S. Vasudevan, & J. Farrar (Eds.), Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever (2nd ed., pp. 30–50). Oxfordshire: CAB International.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2018). Buku Saku Kesehatan Tahun 2017. Semarang. Retrieved from http://dinkes-jatengprov.go.id/v2018/dokumen/bukusaku_2017/mobile/index.html#p=1

Gubler, D. J. (1998). Dengue and dengue hemorrhagic fever. Clinical Microbiology Reviews, 11(3), 480–496. https://doi.org/-10.1016/S0140-6736(97)12483-7

Guzman, M. G., & Harris, E. (2015). Dengue. Lancet, 385(9966), 453–465. https://-doi.org/10.1016/S0140-6736(14)60572-9

Hanklang, S., Ratanasiripong, P., & Sivasan, S. (2018). Effectiveness of the intervention program for dengue hemorrhagic fever prevention among rural communities in Thailand: A quasi-experimental study. Journal of Health Research, 32(5), 352–363. https://doi.org/10.1108/JHR-08-2018-042

Kasjono, H. S., Subiyanto, S., Kartono, D. T., & Lestari, E. (2016). Social capital based health promotion for eliminating dengue mosquito breeding places in Bantul District Yogyakarta. In International Conference on Health and Wll-Being (ICHWB) (pp. 187–197).

Murayama, H., Fujiwara, Y., & Kawachi, I. (2012). Social Capital and Health: A Review of Prospective Multilevel Studies. Journal of Epidemiology, 22(3), 179–187. https://doi.org/10.2188/jea.je20110128

Murti, B. (2018). Teori promosi dan perilaku kesehatan. Karanganyar: Bintang Fajar Offset.

Nieminen, T., Prättälä, R., Martelin, T., Härkänen, T., Hyyppä, M. T., Alanen, E., & Koskinen, S. (2013). Social capital, health behaviours and health: a population-based associational study. BMC Public Health, 13(1), 613. https://doi.org/10.1186/1471-2458-13-613

Siddiqui, T. R., Ghazal, S., Bibi, S., Ahmed, W., & Sajjad, S. F. (2016). Use of the Health Belief Model for the assessment of public knowledge and household preventive practices in Karachi, Pakistan, a dengue-endemic city. PLoS Neglected Tropical Diseases, 10(11), 1–15. https://doi.org/-10.1371/journal.pntd.0005129

Villalonga-Olives, E., Wind, T. R., & Kawachi, I. (2018). Social capital interventions in public health: A systematic review. Social Science & Medicine, 212(May), 203–218. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2018.07.022

WHO/TDR. (2009). Dengue: guidelines for diagnosis, treatment, prevention, and control (New Editio). Special Programme for Research and Training in Tropical Diseases. Geneva: World Health Organization. https:-//doi.org/WHO/HTM/NTD/DEN/2009.1

Wong, L. P., Mahavera, S., Shakir, M., Atefi, N., & Abubakar, S. (2015). Factors affecting dengue prevention practices: Nationwide survey of the malaysian public. PLoS ONE, 10(4), 1–16. https://doi.org/10.1371/-journal.pone.0122890

World Health Organization. (2011). Comprehensive guidelines for prevention and control of dengue and dengue haemorrhagic fever. WHO Regional Publication SEARO. Geneva. https://doi.-org/10.1017/CBO9781107415324.004




DOI: 10.26699/jnk.v6i3.ART.p382-388


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Journal of Ners and Midwifery p-ISSN: 2355-052X. e-ISSN: 2548-3811 is published by STIKes Patria Husada Blitar.

Indexed In :

Google-ScholarDOAJ