Efektifitas Pemberian TTD Melalui Program Gelang Mia Pada Remaja Terhadap Tingkat Anemia (Studi Analitik Pada Remaja Putri di SMP Seluruh Kecamatan Pare)

Wahyu Nuraisya, Endah Luqmanasari, Anis Setyowati
Abstract views : 14 | PDF views : 55

Abstract


Tablet Tambah Darah (TTD) untuk menanggulangi anemia belum maksimal diberikan. Anemia pada remaja putri harus ditangani karena kasus kematian ibu hamil sebagian besar karena ibu hamil yang menderita penyakit dan perdarahan, persiapan remaja putri sebagai wanita usia subur siap untuk menjalani proses kehamilan saat tiba usianya. Tujuan penelitian menganalisis hubungan riwayat kesehatan selama pemberian TTD, obat yang diminum bersama TTD, IMT, minuman yang diminum untuk minum TTD dengan tingkat anemia serta menganalisa perbedaan tingkat anemia sebelum pemberian TTD dengan setelah pemberian TTD melalui program gelang mia selama 1 tahun. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap populasi semua remaja putri di SMP wilayah Kecamatan Pare tahun 2019. Sampel sebagian remaja putri yang telah mendapatkan TTD melalui program gelang mia sejumlah 629 siswi. Analisa data dilakukan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test pada hasil pemeriksaan HB bulan Juni 2019 dengan data sekunder kadar HB bulan Maret 2018. Hasil penelitian tabulasi riwayat penyakit selama pemberian TTD dengan tingkat anemia, responden dalam kondisi sehat memiliki kadar HB normal yaitu sebanyak 507 responden (82.7%), obat yang diminum bersama TTD, responden hanya minum TTD saja yaitu 329 responden (54.2%) memiliki kadar HB normal, IMT normal responden memiliki kadar HB normal yaitu sebanyak 148 responden (80.9%), air putih untuk minum TTD responden memiliki kadar HB normal yaitu sebanyak 515 responden (82.7%). Analisis perbedaan antara tingkat anemia remaja putri sebelum minum TTD 347 responden (55.2%) memiliki kadar HB normal dan sebagian kecil 4 responden (0.6%) mengalami anemia berat. Setelah responden minum TTD memiliki kadar HB normal 521 responden (82.8%) dan 1 responden (0.2%) mengalami anemia berat. Efektifitas pemberian TTD melalui program gelang mia pada remaja terhadap tingkat anemia menunjukkan nilai asymp.sig (2-tailed) adalah 0.000 pada taraf kepercayaan 5%, p value < 0,05, ada perbedaan signifikan tingkat anemia sebelum pemberian TTD dan dan setelah mengkonsumsi TTD selama 1 tahun melalui program gelang mia. Riwayat kesehatan yang baik, Obat lain yang diminum bersama TTD, IMT yang normal, air putih untuk minum TTD berpengaruh terhadap kadar hemoglobin dalam darah. Keteraturan mengkonsumsi TTD setiap minggu efektif terhadap penurunan tingkat anemia pada remaja.

Keywords


Tablet Tambah Darah (TTD), Tingkat anemia, Remaja Putri

Full Text:

PDF

References


Adawiyani R.(2013). PENGARUH PEMBERIAN BOOKLET ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN, KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH DAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL. Calyptra Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. Vol.2 No. 2.

Alodokter. (2018). FUNGSI HEMOGLOBIN DAN KADAR NORMALNYA DALAM TUBUH doi: ttps://www.alodokter.com

Arum, Wulan. ANEMIA. 2016. doi: digilib.unimus.ac.id

Biradar, SS et al (2012). PREVALENCE OF ANAEMIA AMONG ADOLESCENT GIRLS: A ONE YEAR CROSS-SECTIONAL STUDY. Journal of clinical and diagnostic research.6 (3):372 - 377

Bolohen. ANEMIA. (2013). doi: https://www.e-jurnal.com

Dahlan, Ahmad. (2015). TEORI PERKEMBANGAN REMAJA. doi: https://www.eurekapendidikan.com/2015

Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. (2018). Program Gelang Mia. Kediri: Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. doi: http://dinkes.Kediri.go.id

Departemen Kesehatan RI. (2013). Pedoman Praktis Terapi Gizi Medis. doi: www.depkes.go.id

Dirjen Kesehatan masyarakat Kemenkes RI Nomor HK.03.03/V/0595/2016. Pemberian TTD. (2016). doi: www.depkes.go.id

Dewi. (2014). Gizi Seimbang Pada Remaja Menstruasi..doi:https://www.academia.edu

Ditjen kesmas. (2015). Rencana Strategisi Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA 2015-2019. doi: www.depkes.go.id.

Gayatri. (2016). KENAIKAN KADAR HB REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA DI SMKN 1 PONJONG KABUPATEN GUNUNG KIDUL. doi: digilib.unisayogya.ac.id/view/subjects/R1.html

Gomar, FS et al. (2012). HEMOGLOBIN POINT-OF-CARE TESTING: The HemoCue System. Journal of Laboratory Automation. 18(3) 198-205

Hidayat, AAA. (2010). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknis Analisa Data. Jakarta : Salemba Medika

Indriani Aisyah, Rohmah Fayakun Nur (2017). HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 KASIHAN doi: https://www.digilib.unisayogya.ac.id

Jamil KM et al. (2008). MICRONUTRIENTS AND ANAEMIA. Journal of Health, Population and Nutrition . 26 (3) : 340-55

Kemenkes RI dan Milleniuem Challenge Account Indonesia. (2015). Pedoman Program Pemberian dan Pemantauan Mutu Tablet Tambah Darah untuk Ibu Hamil di Wilayah Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat. doi: www.depkes.go.id.

Kintha, Raditya Ari Utami. (2016). BEDA KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRID ANEMIA SETELAH PEMBERIAN SUPLEMENTASI TABLET BESI FOLAT SATU KALI DAN DUA KALI PERMINGGU. doi : https://docobook.com/beda-kadar-hemoglobin-remaja-putri-anemia-setelah.html

Lestari, Prasetya, Sri M. (2015). PENGETAHUAN BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMSI TABLET FE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 2. Journal Ners AND MIDWIFERI INDONESIA.

Sholihah, Ni'matus. (2018). ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI.. doi: https://www.academia.edu

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 88 tahun 2014. Standar Tablet Tambah Darah Bagi Wanita Usia Subur Dan Ibu Hamil. doi: sinforeg.litbang.depkes.go.id

Riskesdas. (2013). Penyajian Pokok- Pokok Hasil Riset Dasar Kesehatan RI 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

Sugiyono, (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta

WHO. (2011). Haemoglobin Concentrations For The Diagnosis Of Anaemia And Assessment Of Severity. World Health Organization : Geneva

WHO. (2014). WHA Global Nutrition Target 2025: Anaemia Policy Brief. Doi: https://www.who.int/nutrition/topics/globaltargets_anaemia_policybrief.

Wardiyono, Dimas. ANEMIA. (2018). doi: Jtpunimus-gdl-arumwulann-5862-2-2babii www.academia.edu

Yang T et al. (2011). INDIVIDUAL HEALTH CARE SYSTEM DISTRUST AND NEIGHBORHOOD SOCIAL ENVIRONMENT: How Are They Jointly Associated with Self-rated Health. Journal of Urban Health. 88 (5) : 945-58.




DOI: 10.26699/jnk.v6i3.ART.p310-319


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Journal of Ners and Midwifery p-ISSN: 2355-052X. e-ISSN: 2548-3811 is published by STIKes Patria Husada Blitar.

Indexed In :

Google-ScholarDOAJdimensionsgaruda_indexSinta_2