Prevalensi, Karakteristik dan Faktor Resiko Prediabetes di Wilayah Pesisir, Pegunungan dan Perkotaan

Iis Noventi, Rusdianingseh Rusdianingseh, Muhammad Khafid
Abstract views : 149 | PDF views : 358

Abstract


Latar Belakang : Prediabetes merupakan kondisi kadar glukosa darah diatas normal, tapi belum memenuhi standar diagnosis diabetes. Kondisi ini  bila tidak dilakukan perubahan gaya hidup, dapat jatuh pada diagnosis diabetes. Penelitian ini bertujuan memperoleh prevalensi, karakteristik dan faktor resiko prediabetes di wilayah pesisir, pegunungan dan perkotaan.

Methode : Penelitian ini merupakan studi prevalensi pada populasi penduduk pegunungan, pesisir dan perkotaan yang melibatkan 90 subjek berusia 40 - ≥ 65 tahun  ( 30 di wilayah pegunungan, 30 subjek di wilayah pesisir dan 30 subjek di wilayah perkotaan) dilakukan di wilayah pegunungan, pesisir dan perkotaan  dipilih secara acak dengan teknik simple random sampling selama periode bulan Mei – Juni 2019. Pada subjek di lakukan anamnesa menggunakan Kuesioner  sesuai kriteria American Diabetes Association dan juga di lakukan pemeriksaan fisik  dan pemeriksaan laboratorium.Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 21.0 untuk Windows. Analisis deskriptif menggambarkan distribusi variabel penelitian dengan persentase dan rata-rata. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara gaya dengan Prediabetes/diabetes.

Hasil : Prevalensi prediabetes diperoleh dari hasil pemeriksaan GDA di wilayah pegunungan sebesar 83,3%, pesisir43,4%, perkotaan 73,4%.Karakteristik prediabetes di di wilayah pegunungan adalah jenis kelamin perempuan, usia 40-54 tahun, hipertensi, dan obesitas. Di wilayah pesisir adalah jenis kelamin perempuan, usia 40-54 tahun, hipertensi. Di wilayah perkotaan adalah jenis kelamin perempuan, usia 40-54 tahun, obesitas, dan tidak aktif beraktifitas. Faktor resiko di wilayah pegunungan adalah asam urat dan kolesterol (p <0,05), di wilayah pesisir adalah asam urat, kolesterol dan penyakit pembuluh darah lainnya (p <0,05), sedangkan di wilayah perkotaan adalah riwayat keturunan dan kolesterol (p <0,05).

Kesimpulan: Prevalensi prediabetes di wilayah pesisir sebesar ( 43,3%), di wilayah pegunungan sebesar (83,3%), di wilayah perkotaan sebesar (73,4%) Diskusi : Diwilayah pegunungan prevalesi prediabetes lebih besar di bandingkan dengan wilayah perkotaan dan pesisir karena hipertensi dan obesitas. Hipertensi  juga merupakan faktor resiko tertinggi penyebab prediabetes pada masyarakat pesisir, sedangkan obesitas menjadi faktor resiko prediabetes di wilayah perkotaan. Perlu dilakukan strategi pencegahan baik terhadap prediabetes maupun progresivitas prediabetes menjadi diabetes dan diharapkan dapat menambah keahlian tenaga medis utuk mengenali prediabetes, mengidentifikasi orang –orang yang beresiko tinggi prediabetes dan memberikan penatalaksanaan yang tepat agar kejadian diabetes dan komplikasi dapat di kurangi


Keywords


Prevalensi; Karakteristik; Faktor Resiko; Prediabetes

Full Text:

PDF

References


American Diabetes Association.(2014). Standards of medical care in diabetes.Diabetes Care. 37(Suppl. 1):S14-S80. Halaman S16. https://care.diabetesjournals.org/

Adam J, Sanusi H. (2010). Faktor risiko kardiovaskular pada subyek dengan pre diabetes: kajian indeks massa tubuh, trigliserida, kolesterol HDL, CRP dan adiponektin. Adam F, Medicinus. Vol. 22 No. 4.142-5.

Beaudoin M-S, Allen B, Mazzetti G, Sullivan PJ, Graham TE. (2013). Caffeine ingestion impairs insulin sensitivity in a dose-dependent manner in both men and women. Appl Physiol Nutr Metab. 38:140-7 DOI:10.1139/apnm-2012-0201

Bock G, C, M, et al.(2012). Pathogenesis of pre-diabetes: mechanisms of fasting and postprandialhyperglycemia in people with impaired fasting glucose and/or impaired glucose tolerance. Diabetes Care 55:3536–3549. https://care.diabetesjournals.org/

Balagopal P, N, TG, et al.(2008). A community-based diabetes prevention and management education program in a rural village in India. Diabetes Care. 31:1097-106.https://care.diabetesjournals.org/

Ding M, Bhupathiraju SN, Chen M, van Dam RM, Hu FB.(2014). Caffeinated and decaffeinated coffee consumption and risk of type 2 diabetes: A systematic review and a dose-response meta-analysis. Diabetes Care. 37:569-86. .https://care.diabetesjournals.org/

Dwipayana MP, K, I, W, et al.(2011). Prevalensi sindroma metabolik pada populasi penduduk bali, indonesia. Jurnal Penyakit Dalam. 12(1):1–5.

ESC and EASC Guidelines.(2007). Guidelines on diabetes, prediabetes, and cardiovascular diseases.Eur Heart J. 9 (Supplement C), C3–C74.DOI:10.1093/eurheartj/ehl260

Garber AJ, Y, D, DA, et al.(2008). Diagnosis and Management of Prediabetes in the Continuum of Hyperglycemia—When Do the Risks of Diabetes Begin? A Consensus Statement from the American College of Endocrinology and the American Association of Clinical Endocrinologists. Endocr Pract. 14(7):933-46.

Heymsfield SB, KR, J, et al.(2000). Effects of weight loss with orlistat on glucose tolerance and progression to type 2 diabetes in obese adults. Arch Intern Med. 160:1321-1326

Handayani.,( 2012). Modifikasi Gaya Hidup dan Intervebsi Farmakologis Dini untuk Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2. Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat

Kemenkes, RI.( 2014). Infodatin Diabetes. Jakarta: Pusat data dan informasi Kemenkes RI. Tersedia di: http://www.depkes.go.id/download.

Kalyani RR, Egan JM.(2013). Diabetes and altered glucose metabolism with aging. EndocrinolMetab Clin North Am. 42(2):333–47.

Kementrian kesehatan 2014b.Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta (ID) : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Lastra G, S, L,et.al.(2014). Type 2 diabetes mellitus and hypertension: An update. Endocrinol Metab Clin North Am. 43(1): 103–122.

Mirarefin M, F, F, MR, et al (2014). Waist circumference and insulin resistance in elderly men: an analysis of Kahrizak elderly study. Journal of Diabetes & Metabolic Disorders. 13 (28) : 1-7.

Nasrul, Soffitri. (2012). Hiperurisemia pada Pra Diabetes. Jurnal Kesehatan Andalas. 1(2)

O‟Connor A, Wellenius G. (2012). Rural urban disparities in the prevalence of diabetes and coronary heart disease.Public Health.126 : 813-820. doi:10.1016/j.puhe..05.029.

Ranasinghe P, Mathangasinghe Y, Jayawardena R, Hills AP, Misra A.(2017). Prevalence and trends of metabolic syndrome among adults in the asiapacific region: a systematic review. BMC PublicHealth.17(1):101.

Sobngwi E, JCN, NC, AP. (2002).Physical activity and its relationship with obesity, hypertension and diabetes in urban and rural Cameroon.International Journal of Obesity. 26: 1009 – 1016. doi:10.1038/sj.ijo.0802008

Syeed MA, Mahtab HM, Khanam PA, et al. (2003). Diabetes and impaired fasting glycemia in a rural population of Bangladesh.Diabetes Care. 26:1034-9. .https://care.diabetesjournals.org/

Soewondo, Pramono. (2011). Prevalence, characteristics, and predictors of pre-diabetes in Indonesia.Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia.Med J Indones. 20(4):283-94

Tabák, A. G., C. (2012). Prediabetes: a high-risk state for diabetes development. The Lancet,379(9833), 2279–2290.

Unno M, Furusyo N, Mukae H, Koga T, Eiraku K, Hayashi J.( 2012). The utility of viseral fat level by bioelectrical impedance analysis in the screening of metabolic syndrome.J Athreroscler Thromb.19 : 462 – 470.

Whiting DR, Guariguata L, Weil C, Shaw J. (2011). IDF Diabetes Atlas: Global. estimates of the prevalence of diabetes for 2011 and 2030. Diabetes Research And Clinical Practice. 94 :311–321. doi:10.1016/j.diabres10.029.

Yunir Em, Waspadji S, Rahajeng E.(2009).The Prediabetic Epidemiological Study in Depok, West Java. Acta Med Indones-Indones J Intern Med. Vol 41 No 4. 181-5




DOI: 10.26699/jnk.v6i3.ART.p371-381


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Journal of Ners and Midwifery p-ISSN: 2355-052X. e-ISSN: 2548-3811 is published by STIKes Patria Husada Blitar.

Indexed In :

Google-ScholarDOAJ