Hubungan faktor perinatal dan neonatal terhadap kejadian ikterus neonatorum

Dwi Yuliawati, Reni Yuli Astutik
Abstract views : 154 | PDF views : 56

Abstract


Abstract: Neonatal jaundice is the cause of 6.6% of newborns aged 0-8 days in Indonesia. Jaundice can be physiological and pathological which can cause persistent or death disorders. The aim of the study is to determine the relationship between perinatal and neonatal factors with the incidence of neonatal jaundice in the District Hospital of Kediri. The research design is a correlation with a retrospective cohort approach. The research sample consisted of 54 respondents using simple random sampling. Data collection with medical record in October 2017. Data analysis using Chi-Square test and Fisher Exact test. Test results showed that there was a relationship between birth weight (p = 0.018; POR 0.085 95% CI 0.10-0.713), gestational age (p = 0.044; POR = 0.202 95% CI 0.049-0.836), perinatal complications (p = 0,031; POR = 4,714 95% CI 1,250-17,784) with the incidence of neonatal jaundice and there was no correlation between gender (p = 0,441; POR = 0,503 95% CI 0,143-1,767) with the incidence of neonatal jaundice in RSUD Kediri. The absence of sex relations with the incidence of neonatal jaundice is probably due to other factors that are more influential. Conditions of low birth weight, prematurity, male sex, perinatal complications (asphyxia / sepsis / cephalhematom) lead to the occurrence of patho- logical jaundice in infants..

Keywords: Birth weight, gestational age, perinatal complications, gender, neonatal jaundice

Abstrak: Ikterus neonatorum adalah penyebab 6,6% bayi baru lahir usia 0-8 hari di Indonesia. Ikterus dapat bersifat fisiologis dan patologis yang dapat menimbulkan gangguan menetap atau kematian Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan faktor perinatal dan neonatal dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Kabupaten Kediri. Desain penelitian yaitu korelasi dengan pendekatan kohort retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 54 responden menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dengan rekam medik pada bulan Oktober 2017. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact test. Hasil uji didapatkan terdapat hubungan antara berat lahir (p= 0,018; POR 0,085 95% CI 0,10-0,713), usia gestasi (p= 0,044; POR= 0,202 95% CI 0,049-0,836), komplikasi perinatal (p= 0,031; POR= 4,714 95% CI 1,250-17,784) dengan kejadian ikterus neonatorum dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p=0,441; POR=0,503 95% CI 0,143-1,767) dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Kabupaten Kediri. Tidak adanya hubungan jenis kelamin dengan kejadian ikterus neonatorum kemungkinan disebabkan adanya faktor lain yang lebih berpengaruh. Kondisi BBLR, prematuritas, jenis kelamin laki-laki, komplikasi perinatal (asfiksia/sepsis/sefalhematom) mengarah pada terjadinya ikterus patologis pada bayi.

Kata kunci: Berat lahir, usia gestasi, komplikasi perinatal, jenis kelamin, ikterus neonatorum


Full Text:

PDF

References


Aina YT, Omoigberale AI. 2012. Risk factors for neonatal jaundice in babies presenting at the university of benin teaching hospital, benin city. Niger J Paed. 39(4):159-163

Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. 2016. Profil Kesehatan Kabupaten Kediri Tahun 2016.

Kemenkes, RI. 2010. Riset Kesehatan Dasar 2010. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementrian Kesehatan RI. http://lontar.ui.ac.id/opac/themes/gr een/dataIdentifier.jsp?id=20298098 diakses pada tanggal 7 Agustus 2018

Kosim, MS, Ari Y, Rizalya D, Gatot IS, Ali U. 2014. Buku Ajar Neonatologi Edisi Pertama. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Manuaba, IBG . 2010. Pengantar Kuliah Obtetri. Jakarta: EGC.

Martiza L.2010. Ikterus. Jakarta: Badan Penerbit IDAI

Olusanya, BO., Osibanjo FB, Slusher TM. 2015. Risk Factors for Severe Neonatal Hyperbilirubinemia in Low and Middle Income Countries: A Systematic Review and Meta-Analysis. PLOS ONE DOI: 10. 1371/ journal.phone. 0117229

Rohani,S & Rini W. 2017. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ikterus pada Neonatus. Aisyah:Jurnal Ilmu Kesehatan. 2 (1): 75-80.

Sukadi A. Hiperbilirubinemia. Dalam: Kosim MS, Yunanto A, Dewi R, Sarosa GI, Usman A, penyunting. Buku ajar neonatologi. Jakarta: Badan Penerbit IDAI. 2008. 147-69

Tazami, RM, Mustarim, Shalahudden S. 2013. Gambaran Faktor Resiko Ikterus Neonatorum pada Neonatus di Ruang Perinatologi RSUD Raden Mattaher Jambi Tahun 2013 https://media.neliti.com/.../70853-ID-gambaran-faktor-risiko-ikterus-neonatoru.pdf diakses pada tanggal 7 Agustus 2018

Wiknjosastro. 2009. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Sarwono Prawirohardjo.

Zabeen B, Nahar J, Nabi N, Baki A, Tayyeb S, Azad K, et al. 2010. Risk Factors and Outcome of Neonatal Jaundice in a Tertiary Hospital. Ibrahim Med Coll J .4(2):70-73




DOI: 10.26699/jnk.v5i2.ART.p083-089


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Journal of Ners and Midwifery p-ISSN: 2355-052X. e-ISSN: 2548-3811 is published by STIKes Patria Husada Blitar.

Indexed On :

Portal_GarudaSinta_2    ESJIndex_logo1OAISISgaruda_index

dimensions